Perbedaan Antara Susu Bubuk Dan Susu Segar

Susu bubuk diproduksi dengan menguapkan semua kelembaban yang terkandung dalam Susu. Susu adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar susu hewan, baik sapi, kambing, maupun unta.

Susu bubuk lebih tahan lama daripada susu segar dan tidak memerlukan pendinginan pada saat disimpan. Salah satu tujuan untuk pembuatan susu bubuk adalah kemudahan dalam distribusinya ke berbagai daerah. Karena alasan ini, susu bubuk jadi salah satu produk yang sering dijadikan pasolan selama perang ataupun bencana alam, dan keadaan darurat. Susu bubuk dapat dengan mudah dilarutkan, hanya dengan mencampurnya dalam air minum. Setelah dicampur dalam air, perlakuannya sama seperti susu segar dan harus didinginkan atau dikonsumsi langsung.



Susu segar sekarang disediakan dalam kemasan tetra dan umumnya diproses melalui pasteurisasi dan pemanasan singkat. Hal ini meningkatkan daya simpan dan tidak perlu direbus sebelum dikonsumsi. Namun, setelah kemasan dibuka harus segera didinginkan atau dikonsumsi seperti susu segar biasa.

Susu Bubuk harganya lebih murah daripada susu segar. Dengan harga Susu Segar yang seringkali naik, harga Susu Bubuk cenderung stabil. Kandungan lemak dalam susu bubuk juga hampir nol. Menurut kebanyakan orang rasa susu segar jauh lebih lezat daripada rasa susu bubuk yang dilarutkan.

Ringkasan
  • Susu bubuk diperoleh dengan menguapkan kadar air dari susu. Susu adalah cairan yang dihasilkan dari kelenjar susu hewan.
  • Susu bubuk memberikan kemudahan distribusi karena mempunyai daya simpan yang lebih lama sehingga cocok sebagai pasokan bantuan selama bencana alam atau perang. Susu segar juga tersedia dalam kemasan tetra tapi daya simpannya kurang lama dan distribusi kemasan tetra lebih merepotkan.
  • Susu bubuk harganya lebih murah daripada susu segar dan kandungan lemaknya hampir nol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar