Perbedaan Antara Roti Gandum dan Roti Putih


Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan dan kebersihan, sebagian besar konsumen roti mulai melakukan transisi dari mengkonsumsi jenis roti putih berganti ke roti cokelat atau roti gandum di meja sarapan mereka. Namun, banyak yang kurang paham alasannya. Mengapa roti gandum lebih sehat daripada roti putih? Apa yang membuat roti gandum lebih menyehatkan? Karena kurangnya pengetahuan tentang itu, akibatnya beberapa perusahaan roti hanya menambahkan karamel pada adonan roti putih sehingga berwarna coklat seperti warna roti yang dibuat dari tepung gandum. Lalu dengan mengiklankan produknya sebagai makanan sehat dan lezat, maka produk tersebut bisa
laris di pasaran.

Untuk memahami lebih lanjut tentang perbedaan antara roti gandum dan roti putih, mari kita telaah seperti apa sebenarnya biji gandum sebenarnya. Semua biji-bijian gandum dapat dibagi menjadi tiga bagian, yang pertama kulit biji gandum yang biasa di sebut sekam atau dedak, merupakan 15% bagian dari biji gandum, bagian sekam ini sangat kaya akan serat, vitamin dan mineral seperti B1, B2, B3, B6, magnesium, besi, seng dan fosfor. Yang kedua adalah isi biji gandum yang terdiri dari endosperm yang merupakan 80% komposisi dari gandum, kandungannya terdiri dari protein dan karbohidrat. Yang ketiga adalah 5% sisa gabah dari biji gandum, yang terdiri dari bakteri dan juga mengandung sejumlah vitamin, mineral, lemak dan protein.

Roti putih hanya dibuat dari endosperm atau isi biji gandum yang dibuat menjadi tepung terigu, dan tepung terigu ini menjadi bahan dari sebagian besar roti yang beredar di masyarakat. Bagian Kulit yang kaya akan serat, lalu bagian yang bergizi dari biji-bijian gandum lainnya seperti dedak dan bakteri dihilangkan. Sedangkan roti gandum dibuat dari tepung gandum, yang memasukkan semua bagian dari biji-bijian, termasuk kulit atau sekam, endosperm atau isi, dan bakteri yang dikandungnya. Sehingga membuat roti gandum lebih bergizi dan sehat dibandingkan dengan roti putih yang dibuat dari tepung terigu.

Roti gandum hanya melewati proses pengolahan yang lebih singkat dibandingkan roti putih. Untuk roti putih, setelah bagian kulit dan bakterinya dipisahkan, selanjutnya akan ditambahkan kalium bromida, gas klor dioksida atau benzil peroxidea sebagai bahan untuk memutihkan tepung.  digunakan untuk memutihkan tepung. Di beberapa negara, produsen diharuskan untuk menambahkan mineral dan nutrisi lain pada roti putih, sehingga nutrisi yang telah hilang selama proses pengolahan dapat tergantikan. Oleh karena itu, roti putih dikenal dibuat dari 'tepung yang diperkaya' sedangkan roti gandum terdiri dari 'tepung gandum utuh'.

Roti gandum juga berbeda teksturnya jika dibandingkan dengan roti putih. Roti putih lebih banyak disukai karena teksturnya lebih lembut dibandingkan dengan roti gandum. Hal ini karena dalam roti gandum, kulit dari biji-bijian gandum muncul menjadi gelembung ketika roti sedang dipanggang. Sedangkan roti putih lebih mengembang dengan lembut saat dipanggang. Seringkali roti putih atau gandum ditambah dengan susu dan gula agar rasanya lebih lezat.

Ringkasan:
  1. Roti gandum dibuat dari seluruh biji-bijian gandum yang mengandung vitamin, mineral dan protein, sedangkan roti putih hanya terdiri dari endosperm yang kaya protein dan karbohidrat. Oleh karena itu, roti gandum dianggap lebih sehat daripada roti putih.
  2. Sebagai kompensasi dari proses pengolahan di pabrik, roti putih diputihkan dengan bahan kimia dan diperkaya dengan vitamin dan mineral, sedangkan tepung untuk roti gandum tidak melalui proses itu semua.
  3. Dari segi rasa dan tekstur, roti putih bertekstur lebih lembut dan rasanya lebih kuat daripada roti gandum yang teksturnya bergelembung, dan rasanya kurang kuat.

1 komentar: